Kamis, 31 Januari 2013

DI SINILAH SEMUA DIMULAI


Di sinilah semua dimulai
Duapuluh tahun yang lalu kumembayangkan memiliki pelayanan yang besar, menjadi pembicara yng dikenal dan melayani di berbagai negara. Tidak ada yang salah dengan cita-cita tersebut, salah satu cita-citaku adalah melayani Tuhanku, Yesus Kristus dengan segenap hati dan melakukan kehendakNya dalam kehidupanku. Salah satu tujuanku dulu adalah menjadi seorang Pendeta, Gembala sidang dari sebuah jemaat yang kurintis sendiri dan oleh kasih karunia Tuhan hal itu dapat tercapai. Aku dapat berjejaring dan melayani bersama-sama pelayan Tuhan dan saudara seiman dari mancanegara. Sebuah pencapaian yang bagiku luarbiasa.
Hingga kumenyadari panggilan yang kuat untuk melayani orang-orang yang selama ini jarang dilayani atau bahkan tidak tersentuh oleh kebanyakan gereja atau yayasan missi. Di satu sisi, aku mulai menapaki kenyamanan dan stabilitas dalam pelayanan yang telah dirintis selama 7 tahun. Namun di sisi lain ada sebuah panggilan kuat yang menimbulkan semangat tapi juga kegentaran. Perasaan yang campur aduk dan sulit untuk dilukiskan. Meninggalkan pelayanan, saudara seiman dan rekan-rekan yang sudah belasan tahun kami kenal dan kini pergi memulai sesuatu yang baru dari dasar di tempat yang baru.
Saat kami memulai pelayanan ini ada perasaan rendah diri sebab bilamana pelayanan lain memulai pelayanan dengan menyewa ruko atau rumah. Kami memulai pelayanan ini di tempat kost. Tuhan izinkan hal itu terjadi dan mengajar saya bahwa pelayanan bukan mengenai fasilitas tetapi hati yang tulus terhadapNya. Tuhan mengajarkan bahwa dari hal yang sederhana atau tempat yang tak dipikirkan Tuhan dapat melakukan sesuatu.
Tuhan Yesus diragukan karena IA berasal dari Nazareth. Tuhan Yesus pun tak punya kantor pelayanan tetapi IA memiliki dampak besar. Begitu para rasul, semua hidup dalam kesederhanaan dan ketaatan sebab mereka mengarahkan pandangan mereka pada upah yang kekal.
Saya belajar sebagaimana Paulus menyatakan,”Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” (Filipi 4:12)
Saudara-saudaraku yang terkasih…..bila Tuhan sudah memanggilmu untuk melakukan sesuatu…lakukanlah dan jangan menunggu semua fasilitas tersedia. Saat kau taat Tuhan akan cukupi keperluan pekerjaan tersebut. Apa pun dan bagaimana pun perjalanan pelayananmu, ingat selalu bahwa Dia yang memanggilmu itu setia. Kita dipanggil Tuhan agar bisa hidup nikmat dan sesuka hati kita, kita dipanggil untuk memperlebar kerajaan Tuhan…kita semua rekan sekerja Tuhan. Suatu hal yang mulia bila kita dipandang layak hidup menderita bagi pemberitaan Injil. Janganlah takut menderita akibat pemberitaan Injil…sebab penderitaan sementara ini tidak ada bandingannya dengan kemuliaan yang akan Ia nyatakan pada kita.
Ingat selalu teladan kita adalah Tuhan Yesus. Sampai IA mati di atas kayu salib pun…IA tak pernah mengeluh mengenai fasilitas pada Bapa di Sorga. Mari kita ikuti teladanNYA.
Marilah kita saling mendoakan agar kasih karunia Tuhan senantiasa memampukan kita melakukan panggilanNya dalam hidup kita.
Doaku,” Tuhan berikan bagiku hati yang rela untuk berkorban bagi setiap jiwa terhilang yang membutuhkan sentuhanMU. Jadikan diriku yang tak sempurna ini sebagai mediaMU menyatakan pribadi kasih Bapa Surgawi. Aku tidak punya apa-apa, Tuhan, hanya diriku yang penuh kelemahan ini. Terimalah korban hidupku ini, Tuhan……berikan hati yang rela dan sukacita sekalipun jalan yang sempit, lembah kelam dan gunung tinggi nan terjal harus kulalui di hadapanku…berikan kemampuan untuk senantiasa mengarahkan mataku padaMu di tengah kekelaman. Kuatkan lutut yang goyah dan tangan yang lelah…kuatkan agar kudapat lebih banyak lagi Kau pakai untuk menarik mereka yang ada dalam kegelapan….Tuhan, kadang aku merasa lelah dan tak mampu…tapi Kau ada disana …..Tuhan, kusayang Engkau dengan segenap hati….dimana pun Kau tempatkan aku meski kedagingan dan keegoisan diriku menjerit….Papa Surgawi….aku mau taat karena aku mengasihiMU……aku melayani bukan oleh karena apa yang dapat Kau berikan padaku….karena kasihMU dan penebusanMU merupakan karya terbesar…bagiku….Kau berikan putraMu yang tunggal…the best untuk tebus kami…..Aku mau ikuti teladanMU memberikan hidupku sepenuhnya dalam tanganMu demi kemuliaan namaMu. Ini hidupku Tuhan sepenuhnya milikMU…..amien

Tidak ada komentar: