Kamis, 30 September 2010

October Newsletter 2010


Shalom,
Hai rekan-rekan seiman. Tidak terasa perjuangan merintis pelayanan penjangkauan, pemuridan dan penanaman gereja bagi kaum terbuang sudah berjalan tiga tahun. Rasanya waktu begitu cepat berlalu, rasanya kami belum berbuat apa-apa. Ada banyak suka maupun duka dalam perjuangan ini. Kadang kami merasa sendirian, kami menyadari pelayanan perintisan bagi kaum terbuang bukanlah pelayanan yang semarak dan jarang ada dukungan dari kebanyakan saudara seiman.
Banyak rekanan maupun donatur yang mengharapkan kami merintis gereja sebagaimana pada umumnya hingga saat mereka menyadari bahwa apa yang kami kerjakan berbeda dari bayangan mereka maka bantuan pun ditarik atau dibatalkan. Terkadang ada orang atau organisasi mau membantu tetapi dengan motivasi yang tidak murni. Orang-orang yangkami layani bagi kami adalah “keluarga kami sendiri” dan kami tidak mau menjadikan mereka bagian dari sebuah “proyek” pencarian dana. Terlebih nantinya bila dana tersebut tidak seutuhnya dikucurkan bagi jiwa-jiwa yang dilayani tetapi hanya masuk kantong oknum tertentu. Kami tidak mau terlibat dalam permainan kotor itu.
Maka untuk mensiasati kondisi keuangan tersebut, kami pun mulai mencoba beberapa usaha untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari maupun pelayanan. Saya menerima pelayanan mimbar dan juga menjadi penulis bagi beberapa media sedang istri saya menerima masakan (catering) kecil-kecilan selain mencoba usaha MLM. Pendapatan ini pun masih minim terlebih memiliki dua orang anak laki-laki yang tengah dalam masa pertumbuhan, ditambah tanggungan “anak-anak asuh” yang kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap dengan berbagai kendala (pendidikan, tidak memiliki skill, masa lalu, kurang motivasi, berpikir negatif,dst). Kadang sebagai manusia ada juga perasaan putus asa, takut, frustasi dan lain-lain…sebuah pengalaman melalui “lembah kekelaman”….puji Tuhan IA selalu ada beserta kami. Menenangkan dan menguatkan kami kembali kala kami sudah mau menyerah, sisi kedagingan kami mendesak agar kami menyerah saja dari ladang misi dan kembali menggembalakan sebuah jemaat yang mapan…..hingga dapat hidup nyaman. Apakah kami akan menyangkali panggilan hidup kami demi suatu kenyamanan? Entah masih sanggupkah kami memasuki tahun ke empat ini dengan penuh iman dan ketegaran? Kami masih manusia biasa yang membutuhkan doa dan dorongan/motivasi dari setiap anggota tubuh Kristus. Kami menyadari kami bukanlah superman, kami manusia biasa yang penuh kelemahan. Kami mungkin telah diperlengkapi secara intelektual tentang Tuhan tetapi bukan pengetahuan semata yang membuat kami bertahan. Hanya melalui hubungan dengan Tuhan saja membuat kami sadar, bahwa IA yang memanggil dan mengutus kami. Kami adalah hambaNya, entah IA mengutus kami melayani orang kaya atau melayani kaum terbuang diperkotaan…tugas kami sebagai hambaNya adalah menunaikan tugas yang IA percayakan pada kami, sebab apa yang kita jalani di dunia saat ini hanyalah sementara saja.
Jalan salib….jalan dimana kami harus “mematikan keegoisan” dan percaya bahwa Tuhan akan memelihara keluarga kami….memampukan kami melayani kaum terbuang dengan segenap hati…belajar memberkati dan berbagi dengan orang lain kala kami pun dalam kondisi kurang….tiga tahun terakhir ini kami menyadari satu hal, sangatlah mudah untuk mengajarkan dan mengkhotbahkan kebenaran firman Tuhan “sampai” kita diperhadapkan oleh Tuhan “the real deal”.
Kami kini dapat melihat siapakah saudara seiman kami yang sebenarnya. Saat dulu kami masih menggembalakan dan hidup mapan semua begitu baik pada kami dan menaruh respek, tetapi ketika kami kini “bukan siapa-siapa” karena memilih melayani kaum terbuang…….di saat seperti inilah kami dapat melihat siapakah saudara seiman kami yang sesungguhnya.
Memasuki tahun ke empat ini, kami meminta dukungan doa dari setiap saudara seiman agar pelayanan kami bagi kaum terbuang dapat berkembang, menyentuh jiwa-jiwa tersesat, membawa kembali mereka pada Bapa Surgawi, memuridkan mereka dan mengutus mereka kembali untuk memperlebar Kerajaan Tuhan.
Terimakasih sudah mau membaca tulisan kami ini…mendengarkan isi hati kami. God bless you.
Dave, Novie, Philip dan George Alexander BROOS
The Eagles Nest Ministries

http://eaglesnestministries.co.cc , http://renungandave.blogspot.com, http://globalprayernetwork.blogspot.com , http://gerejaperjanjianbaru.blogspot.com
Bila Anda hendak mengundang kami untuk pelayanan atau sekedar sharing dapat menghubungi davebroos@yahoo.co.uk atau mobile phone 085721542000 atau 081330135643.
Atau Anda ingin mendukung kami dalam dana, Anda dapat mengirimkannya melalui BCA II BANDUNG, no rek 0081824788 atas nama Dave Broos.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Tetaplah Tabah dan tekun dalam doa, jk berkenan dihatiNya pasti akn diberkati dan berbuah banyak

elia jusack mengatakan...

bro..spt nya qt "temen sperjuangan" hehe...senasib jg...tks bro buat sharing2nya di bloq...