Tampilkan postingan dengan label meditation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meditation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

More GREAT QUOTES


More GREAT QUOTES

"On some positions, Cowardice asks the question, "Is it safe?"
Expediency asks the question, "Is it politic?" And Vanity comes
along and asks the question, "Is it popular?" But Conscience
asks the question "Is it right?" And there comes a time when one
must take a position that is neither safe, nor politic, nor popular,
but he must do it because Conscience tells him it is right." - MLK.

"There is nothing, indeed, which God will not do for a man who
dares to step out upon what seems to be the mist; though as he
puts his foot down he finds a rock beneath him."
--F. B. Meyer

"Our circumstances are not an accurate reflection of God's goodness.
Whether life is good or bad, God's goodness, rooted in His character,
is the same."
--Helen Grace Lescheid

"It's exciting to live in complete oneness with the will of God. It is
never dull or static because it is not a one-time, once-for-all
commitment. It is something we have to work at constantly,
moment by moment." --Evelyn Christenson

"What else will do except faith in such a cynical, corrupt time?
When the country goes temporarily to the dogs, cats must learn
to be circumspect, walk on fences, sleep in trees, and have faith
that all this woofing is not the last word."
--Garrison Keillor

If you feel stuck, bring your whole self to Christ, not just the problem,
but you. Ask God to change your heart. Commit yourself to pray
to that end. It's God's heart to give good gifts to His children."
--Sheila Walsh

"Why do so many Christians pray such tiny prayers when their
God is so big?" --Watchman Nee


-Source - timothyreport.homestead.com

Kamis, 01 Desember 2011

UCAPAN SYUKUR


Shalom,
Hai guys,
Kami belajar untuk mengucap syukur atas apa pun yang telah Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan dan pelayanan kami. Sebagaimana yang Rasul Paulus nyatakan,” Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (Efesus 5:4) maupun dalam Filipi 4:11-13,” Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” Meski pun kami mengalami kendala keuangan di awal pelayanan ini tetapi Tuhan selalu menolong kami. Perlahan tapi pasti kami mulai kembali di jalur rencanaNya. Kami berpikir pada mulanya bahwa akan ada donatur atau suatu organisasi gereja yang mau mengadopsi pelayanan kami namun dengan berjalannya waktu….kami menyadari bahwa jalan Tuhan itu berbeda dengan apa yang kami pikirkan. Ketika Tuhan mulai memanggil kami untuk melayani mereka yang ada dalam market place, pertama-tama Tuhan mengajarkan seperti apa kerasnya “market place” itu.
Saat kami berdoa Tuhan mengingatkan bagaimana Rasul Paulus dalam kehidupan dan pelayanannya belajar mengucap syukur dalam segala hal. Kala orang-orang yang ia layani tidak dapat atau belum mampu mencukupi kebutuhannya maka ia bekerja sebagai pembuat tenda (tentmaker). Dia tidak komplain pada Tuhan atau mempertanyakan pemeliharaan Tuhan. Ia rela melakukan segala hal yang tak bertentangan dengan ajaran Kristus untuk memberitakan Kabar Baik. Kami banyak belajar ternyata tidak mudah untuk tetap berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan kala harus menghadapi birokrasi yang korup dan “saudara seiman” palsu yang mengatasnamakan Tuhan tapi ternyata hanyalah penipu yang suka mengatasnamakan Tuhan.
Kami pun mencoba untuk memulai usaha kecil untuk mencukupi kehidupan keluarga kami maupun berjalannya roda pelayanan. Kala keuangan terbatas dan putus harap bagaimana bisa mewartakan Kabar Baik bila untuk ongkos pelayanan pun tersendat, lalu Tuhan membawa kami dalam pelayanan melalui dunia maya. Melalui pelayanan di dunia maya ini-lah kami dapat seluas-luasnya menjangkau orang lain dan pada akhirnya memiliki murid-murid untuk memperluas kerajaan Tuhan. Tuhan juga mengajarkan agar kami pertama-tama menjadi “terang dan garam” bagi masyarakat atau tetangga di rumah susun dimana kami tinggal. Dalam Matius 22:38b Tuhan Yesus mengajarkan,”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Dalam bahasa Inggris sesama manusia diterjemahkan sebagai neighbour atau tetangga. Tidak adanya biaya bukanlah alasan untuk berhenti melayani Tuhan, sebab Tuhan pasti akan membuka jalan dan kita perlu terbuka dengan cara atau rencana yang mungkin baru dari Tuhan.
Kala mereka yang kami muridkan tidak dapat mencukupi kebutuhan jasmani kami, Tuhan membuka jalan bagi kami. Sebagaimana Tuhan menolong nabi Elia kala ada kelaparan, ada janda Sarfat yang dipakai oleh Tuhan untuk mencukupi kebutuhan sang nabi (1 Raja 17:7-24). Janda Sarfat bukanlah orang Israel, ia orang asing. Dalam perjalanan pelayanan kami, kami digerakkan Tuhan untuk membuka usaha catering kecil dan lalu Tuhan mempertemukan kami dengan satu keluarga pemilik salon ( bukan saudara seiman) yang tinggal di lingkungan yang sama. Akhirnya dengan modal seadanya kami memulai usaha dan melayani pesanan para customer salon teman baru kami ini. Dari situlah akhirnya kami dapat sedikit in come tambahan untuk mencukupi kehidupan keluarga kami dan juga pelayanan. Bahkan orang-orang di lingkungan kami tinggal yang notabene berbeda iman dan dapat dikatakan para pemuka agama lain. Mau memesan dan bersahabat dengan kami. Tuhan juga dengan ajaibnya telah menggerakkan seorang saudara seiman dari Cirebon, yang merupakan pengusaha kuliner untuk datang dan share mengenai usaha kuliner dan memberikan beberapa resep dari “dapur”nya pada kami bahkan memberikan beberapa perlengkapan memasak. Kami mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan atur dan berikan……seringkali di luar prediksi kami. Tuhan sering membuat surprise bagi kami.
Akhirnya ada juga saudara-saudara seiman yang menitipkan pakaian, dompet, tas, asesoris wanita, boneka, bantal, seprei bahkan kosmetik di rumah kami. Akhirnya kami menyulap ruang tamu kami menjadi toko dan tempat display. Barang-barang tersebut kami jual langsung pada sahabat dan tetangga kami maupun secara online.
Puji Tuhan, pada akhirnya kami juga dapat membantu saudara seiman yang tak ada pekerjaan maupun mencari tambahan uang dengan berjualan bersama dengan kami sambil kami memuridkan mereka.
Kami mungkin masih jauh dari hidup berkelimpahan tetapi kami belajar untuk mengucap syukur dari apa yang kami miliki saat ini dan tetap berdoa dari kesetiaan kami pada hal yang kecil ini Tuhan akan berikan perkaran yang besar pada waktuNYA.
Bapa di Surga, terimakasih atas kasih setiaMU bagi kami anak-anakMu ini. Tolong kami selalu untuk tetap berjalan dalam rancanganMU meski mungkin orang tidak atau belum dapat mengerti pelayanan kami bagi kaum terbuang. Tolong kami untuk tetap setia menjangkau mereka yang tersisih dalam masyarakat dan miskin, ajarkan pada kami memiliki motivasi yang murni dalam melayani. Bukan karena upah harta dunia tetapi karena Tuhan telah memanggil kami melayani yang terhilang dan terbuang dan mengimani upah yang dari Tuhan baik di surga maupun di dunia. Dalam kelimpahan..dalam kekurangan…dalam keadaan sehat atau pun sakit..atau apapun kondisinya…tolong kami untuk tetap setia padaMU ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus…..AMIEN.

Selasa, 20 September 2011

MASIH ADAKAH SAUDARA SEIMAN?


MASIH ADAKAH SAUDARA SEIMAN?
Bacaan 1 Korintus 12-13, Kisah Para rasul 2:41-47, 1 Yohanes 2:3-6, Matius 16:24, Matius 22:37-40, Matius 25:31-46, Lukas 12:41-44
Suatu hari kami berbincang dengan tetangga kami yang non Kristen, mengenai kehidupan berkeluarga. Saat kami berbincang itu, saya mengagumi apa yang dilakukan oleh keluarga besar tetangga saya tersebut. Bagaimana setiap keluarga saling memperdulikan anggota keluarga yang lain terutama masalah pendidikan. Anggota keluarga yang sukses secara materi dengan antusias membantu anggota keluarga yang kurang beruntung dalam hal pendidikan anak. Mereka ingin seluruh keluarga besar mereka menjadi orang-orang yang sukses. “Wouw…sebuah nilai yang sangat baik dan merupakan “prinsip tubuh Kristus banget”.
Di hari yang lain, saya berjumpa dan berbincang dengan teman saya yang “lagi-lagi” non Kristen. Salah satu topik pembicaraan kami adalah tentang usaha dan dia cerita bagaimana keluarga besarnya saling membantu dan menopang satu dengan yang lainnya dalam usaha hingga setiap anggota keluarga berkecukupan dan nama keluarga besar mereka “diperhitungkan” dalam masyarakat. “Lagi-lagi” saya melihat prinsip tubuh Kristus yang dipraktekkan oleh mereka, dimana mereka menganggap setiap anggota bagian keluarga itu penting.
Beberapa hari lalu, teman kami yang merupakan saudara seiman datang dan “curhat” bagaimana mereka yang berencana membeli rumah KPR ternyata tertipu oleh pengembang. Hingga seluruh uang mereka habis dan rencana mereka memiliki rumah tahun ini buyar seketika. Bahkan mereka diusir dari rumah kontrakan mereka sebab sudah jatuh tempo. Mereka sudah coba berbagi dengan keluarga besar mereka tetapi “tak ada bantuan atau paling tidak masukan untuk jalan keluar”, mereka malah disalahkan karena tidak berhati-hati. Beban mereka sudah menekan dan masih pula ditekan-tekan, entah mereka salah langkah atau tidak. Tapi mereka sangat butuh pertolongan. Ini sama saja dengan kecelakaan lalu lintas, ketika seseorang teledor berkendara dan terjadi kecelakaan. Kita akan segera menolongnya entah dia salah atau tidak, itu urusan nanti yang terpenting menyelamatkan nyawa seseorang.
Mereka saat itu sudah tak tahu hendak kemana, pergi ke gereja dan berbicara dengan pendeta, mereka diberikan nasehat rohani dan doa. Tetapi lalu mereka harus kemana dengan anak-anak? Mereka menangis di sisi jalan, tak tahu lagi mau kemana? Lalu mereka pergi menemui kami dan coba untuk berbincang dengan kami. Mereka sudah patah arang dan tidak tahu harus berbuat apa.
Kondisi kami pun sebenarnya tidak lebih baik, sebab kami belum membayar sisa kontrakan kami. Tapi paling tidak kami untuk saat ini masih memiliki tempat berteduh. Kami coba posisikan diri kami di dalam kondisi mereka. Akhirnya untuk beberapa hai mereka tinggal bersama kami, sambil berdoa dan berusaha,”Puji Tuhan, ada seorang anak Tuhan yang hendak menjual rumah tapi belum laku mengizinkan mereka tinggal selama 2 bulan secara cuma-cuma.”
Kami mungkin bukan keluarga kaya secara materi tetapi apa yang kami miliki, entah telinga untuk mendengarkan, entah itu mungkin sepiring nasi dan segelas air, mungkin pakaian, mungkin sedikit uang, atau apa pun yang kami miliki bila itu dapat menolong atau memberkati saudara seiman mengapa tidak? Bukankah kita keluarga di dalam Tuhan dan sudah seharusnya keluarga itu saling menolong, menasehati dan mendoakan. Bagaimana kalau kita “hanya” ditipu oleh seorang yang mengaku “saudara seiman”? Saya pun dulu pernah berpikir begitu sampai saya mendengar pernyataan Pdt Benjamin Waturangi, “Lebih baik salah memberi daripada salah tidak memberi”. Jangan beralasan tunggu kalau saya “sudah jadi kaya” baru mau mulai memberi, mulailah dari sekarang dari apa yang kita miliki.
Point apa yang hendak saya sampaikan melalui tulisan ini? Apa yang hendak saya garisbawahi adalah seharusnya kita sebagai anak Tuhan memiliki kasih yang lebih dan kepekaan terhadap kebutuhan sesamanya entah saudara seiman mau pun mereka yang “belum percaya”. Sebab kita ini satu di dalam Tuhan Yesus sebagai bagian dari keluarga Tuhan dan anggota tubuh Kristus, bagi yang belum percaya kita harus jadi terang dan garam. Seharusnya Tuhan yang kita sembah itu dapat terefleksi dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang Kristen yang agamawi tetapi tidak rohani.
Orang Kristen agamawi sangat rajin “rajin beribadah dan mengikuti setiap kegiatan gereja” tetapi lalu menghakimi saudara seimannya yang tak dapat “serajin” dirinya dan merasa dirinya lebih rohani daripada yang lain. Biasanya pintar menggunakan ayat-ayat firman Tuhan, bukan untuk membangun tetapi biasanya untuk “menyerang” saudaranya yang dia anggap tidak serohani dan sekudus dirinya.
Bagaimana dengan orang Kristen rohani? Ia adalah seorang yang mencintai kebenaran, membaca firman Tuhan, berdoa dan mencari kehendak Tuhan dalam hidupnya. Ia akan melakukan kebenaran firman Tuhan dan coba membimbing saudaranya bukan hanya dengan kata-kata tetapi gaya hidupnya atau teladannya. Ketika melihat saudaranya tengah lemah maka ia bukan saja mendoakan tetapi juga berupaya secara optimal menolong saudaranya. Tuhan mengajarkan pada kita “apa yang kau kehendaki orang lain perbuat pada dirimu, lakukanlah hal itu terlebih dulu pada orang lain.”
Saya merasa “malu” ketika melihat orang yang belum percaya justru malah mempraktekkan kebenaran yang ada dalam Kitab Suci kita. Saya “sedih” selama ini mungkin kita tidak pernah atau jarang membaca Alkitab secara utuh dan hanya membacanya sepenggal-sepenggal hingga gambar kita akan kehendak Tuhan pun terpemggal-penggal. Kita hanya mau membaca bagian Alkitab yang menyenangkan telinga dan hati kita tetapi mengabaikan ayat-ayat yang “kurang menyenangkan” apalagi bila berbicara mengenai “pikul salib”, “menderita bagi Kristus”, saling berbagi atau saling menolong hingga tak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka, dstnya.
Doa saya adalah agar setiap anak Tuhan bertumbuh di dalam Kristus, setiap hari menyelidiki kebenaran dan lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan melalui bimbingan dan pertolongan Roh Kudus. Tidak cukup bagi kita hanya jadi orang Kristen yang rajin ke gereja dan “hanya” makan “fast food” dari Bapak Pendeta. Kita bisa saja makan atau jajan di luar rumah tetapi pada dasarnya kita perlu makanan sehat saat di rumah. Kita bisa saja menghadiri gereja atau seminar dan kegiatan rohani lainnya tetapi sangatlah penting memiliki disiplin membaca dan merenungkan Alkitab sendiri bersama dengan Tuhan. Kita harus bertanya pada Tuhan setiap kali membaca Alkitab, apa yang hendak IA sampaikan pada kita. Setiap hari Tuhan ingin membentuk kita makin segambar dengan pribadiNYA dan membimbing kita untuk semakin mengerti panggilanNYA bagi kita selama kita hidup di muka bumi ini. Sebab setiap kita memiliki tugas dari Tuhan untuk diselesaikan, sebab itu kita sebagai saudara seiman saling membutuhkan. Kerajaan Tuhan harus ditegakkan bersama-sama bukan hanya oleh salah satu “merk” gereja atau lembaga. Keluarga Tuhan seharusnya terekspresi dalam kasih kita satu dengan yang lain dan kekompakan kita di dalam Tuhan Yesus. Siapa “tuhan” kita sebenarnya dalam hati kita akan terekspresikan dalam hidup sehari-hari kita.

Jumat, 29 Januari 2010

The Joy Of The Sunflower


Apostle Colette Toach
The Joy Of The Sunflower

If you watch sunflowers in a field, you will notice how full of life they seem. Yet none of that vibrance and life comes of itself. It is the goodness of the soil and the food from the sun that makes them radiate with such beauty. You should take a lesson from the sunflower my child.

For I am calling you to also shine and radiate my beauty. TO be something of joy that others around you can be drawn to. So just as the sunflower is dependant on the goodness of the soil and sun, realize that you are no different.

You cannot try to find this joy and life in yourself. You cannot try to find the goodness and make yourself into something lovely. Rather it is for you to just stay rooted in the soil and it is I that will bring my beauty. The soil that you must be rooted in is my Word and the sunshine is my spirit. Between these two things your life will begin to have color and will start to attract everyone around you.

You are trying so hard to do things right and to find a way to be an example. You know what you should be doing and often you try to even change yourself. But my child, don’t you realize that you cannot become something lovely without me?

Only with my power and with my word can you grow into something vibrant. So put aside your own striving and trying now and come back to me. Get back into my presence daily and just soak up my anointing. Get back to reading my word and letting the words enter into your heart.

Be rooted like the sunflower that stays in the same place and then blossoms for the world to see. Do not run around trying to fix the things in your own heart. Do not run around trying to make things happen in yourself. Instead stop and let your roots sink down deep into me.

Take the time to hear my voice and to experience my presence. If you can concentrate on this every day, the problems that are around you will begin to fade away. Soon you will find the need in your heart waning and it being replaced with a new strength and authority.

So come to me now. Sink down your roots and then wait as I shine on you and cause you to flourish says the Lord.

Selasa, 05 Januari 2010

Smokescreen


Smokescreen

The enemy is seeking to divert you says the Lord. But it is a lie! For you have been walking along your path and going in the direction I have planned for you. But now the enemy has thrown a smokescreen into your path. His aim is to divert you and try to trip you up.

But do not be moved my child. For indeed you are continuing to walk on the road I have for you. He is simply throwing smoke along your path, hoping that you will stumble around, not knowing where you are going.

You do not need to fear his tactics though my child. For my Spirit is ready and available to blow that smoke away and to clear the path. You simply need to call on me and let me blow that diversion away.

When these things happen, know that you are actually on the right path! Know that you are actually succeeding, but the enemy is like a loud roaring lion. He tries to make things seem worse than they are. He can do you no harm, for I have you in my hands and I have you safe from harm.

As long as you keep walking with me and as long as you daily walk with me by your side, he cannot divert you. He can only succeed if you let him.

So do not be moved by his roaring noise. And do not be moved if you cannot see your way for a brief while. Simply look to me and I will blow that smoke away. And soon you will see your way clearly once again and move on to victory.

Kamis, 31 Desember 2009

Constantly on the Move


Constantly on the Move

Consider the waves of the ocean says the Lord. As you look at them you will see how they never stop moving! They are always building up, then surging forward towards the shore.

In the same way this is how I work. I am constantly on the move and constantly working on your behalf. It may seem like I have stopped doing anything for you. But my child I will never stop working on your behalf. As you continue to trust me, I am like those waves of the sea – constant, always moving, always on the go.

For I see your heart and I see the desires that you have. Sometimes you do not even have to speak them out. For I know them ahead of time, and before you ask of me I move to answer you.

When you cry out to me and ask me for something, I am ready to move quickly on your behalf. But sometimes it does take time to get your answer to you. For I have to often make changes in the world in order to bring you what you desire. But my child I am always moving, and always planning and doing things for your good.

So lift up your head and look to me and rejoice in me says the Lord! For I am busy even now, doing things on your behalf. I am moving, changing and rearranging things in order to bring you your heart’s desires or the good things that I have for you. All you need to do is trust me. Then soon you will look and rejoice, for you will see the manifestation of all that you have been waiting for!

Selasa, 29 Desember 2009

Your New Land Ahead


Your New Land Ahead

I have a great adventure ahead of you says the Lord. RIght now all you can see are the oceans and the waves, but I see the land that lies ahead. Perhaps as you look at your circumstances you are like a sailor who is heading out for new land.

All you see around you is the ocean of need and problems and conflicts. But what you do not see says the Lord is that just beyond the horizon there is land. So do not give up now, but press on forward, for the time will not be long now until you see the things come to pass that I have said that I will do.

Take your eyes off your circumstances and off the winds and the waves ahead of you and push forward instead now, expecting to see the new land that I have promised you.

For I know that the nights have seemed long and that at times you even wondered if you were on the right road. But I never let go of your hand and I will not let go of it now either. Press on child. Take my hand again and allow me to paint new pictures into your mind.

Would a runner quit the race when he was just before the finish line? So also you must not give up now. Get up again. Press on again and soon you will look up and see that new land.

Then you will understand why you had to go the way you did and why I led you like I did. So rise up now in all the authority and strength that I have given you, for the journey will soon be over says the Lord.

Sabtu, 26 Desember 2009

I Will Catch You



I Will Catch You

As the mother eagle teaches her young to fly by casting them out of the nest, so the time has come for you to be cast out of your comfort zone, says the Lord.

For you have rested and waited and not moved forward, for fear of not being able to do what you know you should do. You have desired to move higher and experience My power, but you have been afraid to take the next step.

Therefore I have done for you what you have not had the courage to do yourself. I have thrown you out of your nest so that you can learn to fly.

And now, like a baby eaglet you are falling in fear, trying to flap your wings and afraid that you cannot make it. You are afraid because you have never tested your wings before. And suddenly the pressures that have come on you are far greater than you have experienced in the past.

But you have no need to fear. For just as the mother eagle comes under her little ones, to catch them and lift them up again, before allowing them to try their wings again, so I shall also do for you says the Lord.

I will not allow you to fall to the ground and hurt yourself. For I know what you are capable of. I have promised that you will never be tested beyond what you are capable of. Therefore I will catch you and lift you up again, and the pressure will ease off.

But this will only be temporary, and then you will be allowed to fall once again, to test your wings and develop the power that you have. You will be given opportunities to test what I have put in you.

Sometimes you will fail, but each time you will grow stronger. And soon you will find out how to rise up and soar into the sky as a mature bird.

But until then, I will catch you and lift you up before you are overwhelmed. So do not be afraid of this time of testing. For in the end you will learn to move fully into everything that you have desired.

And then you will rise up to greater heights than you have ever known, says the Lord.

Minggu, 20 Desember 2009

Get Your Injection



Get Your Injection

As one who fears the pain of an injection and thus fails to receive the good that is needed, so you have failed to receive all that I have for you says the Lord.

For as the doctor often has to insert the treatment in a way that is not pleasant, so I too have to often place in you what you need in a way that at first does not seem pleasant to you.

Yet as the momentary pain of an injection can give way to blessing, as the substance is imparted directly to the body, so also you can experience the wonder of My power. But you must stop telling me how I should impart this to you.

For when you refuse to receive from Me in the ways that I have chosen, you prevent Me from giving you the blessing that you desire. And in the end you complain that I have withheld good things from you.

But I have withheld nothing My child. I have made all available to you. But there is always a price that you must pay in order to receive. Not that you need to earn My blessings, but you must be ready to submit to those things that I require of you before I am free to give you all that I desire to give you.

Therefore give up all your excuses, and cease telling Me how I should bless you. I know your needs even before you are aware of them. And I know the best possible way to provide what you both need and desire.

Therefore be as the patient who places his trust in the doctor and submits meekly to the treatment that is given, knowing that it will lead surely to good things.