BIG PICTURE WHAT WE GONNA DO
THE EAGLES NEST MINISTRIES
http://3a9l35-n35t.blogspot.com
VISI:
MEMBERITAKAN KABAR BAIK, MEMURIDKAN DAN MENGUTUS SETIAP ANAK TUHAN UNTUK “MENJADI” GEREJA DIMANAPUN MEREKA BERADA
MISI:
MEMPERKENALKAN PENGHARAPAN & KASIH BAPA SURGAWI PADA DUNIA TERHILANG
MEMULIHKAN & MEMURIDKAN MEREKA YANG BERKOMITMEN UNTUK BERTUMBUH DALAM KRISTUS
MELATIH DAN MENGUTUS MURID KRISTUS SEBAGAI AGEN PERUBAHAN KE SELURUH DUNIA
MELIHAT TERANG TUHAN BERSINAR DIMANA-MANA MENERANGI DUNIA SAMPAI TUHAN DATANG KEMBALI
STRATEGI:
1. PELAYANAN DOA & KONSELING
GLOBAL PRAYER NETWORK, PELAYANAN DOA SYAFAAT SECARA GLOBAL maupun bagi pribadi lepas pribadi:
- Sudah berjalan baik layanan doa melalui telpon dan SMS, melalui media cetak (pernah dimuat di majalah Kristen Bahana & Narwastu).
- Melalui blog http://globalprayernetwork.blogspot.com.
- Melalui mailing list http://groups.yahoo.com/group/Globalprayernetwork
- GPN Fellowship (Persekutuan doa syafaat), belum berjalan kendala “tempat”.
THE HELPING HAND PROJECT, PELAYANAN KONSELING KRISTIANI & TERAPI KELOMPOK:
- Sudah berjalan pelayanan konseling melalui SMS, Telpon dan e-mail. Layanan ini telah dimuat melalui media cetak (Bahana dan Narwastu) maupun media dunia maya (beberapa mailing list)
- Melalui blog http://inmydarnesshours.blogspot.com
- Layanan konseling “tatap muka” dilakukan secara sporadis dan layanan terapi kelompok pun belum berjalan, kendala tempat.
SCHOOL OF PRAYER, MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN BAPA:
- Berjejaring dengan US Prayer Centre, namun belum berjalan sebab belum ada tempat.
-
SCHOOL OF DIVINE HEALING, membangkitkan umat Tuhan untuk hidup dalam kesehatan dan mendoakan agar kuasa mujizat & kesembuhan kembali terjadi dalam tubuh Kristus.
Father Restoration Fellowship; Persekutuan pemulihan yang terbagi dalam 2 sessi (pengajaran & diskusi + doa):
- Belum berjalan sebab kendala tempat, namun telah dilakukan pelayanan “percontohan” di dalam PA Haleluya.
-
GENERASI TANPA AYAH, PELAYANAN KHUSUS BAGI ORANG YANG BERLATAR BROKEN HOME. Pelayanan bagi anak-orang muda “berlatar khusus” melalui doa, konseling, persahabatan dan pembapaan. In the future diharapkan tersedia sebuah rumah pemulihan dengan nilai keluarga yang hangat:
- Pelayanan ini baru dikerjakan melalui media mailing list http://groups.yahoo.com/group/generasi_tanpa_ayah
- Juga sebuah blog http://generasitanpaayah.blogspot.com
2. PELAYANAN KASIH, MISSI DAN PENGINJILAN
FRIENDSHIP EVANGELISM,baik secara langsung, melalui surat menyurat maupun dunia maya.
SOMEONE CARES - MERCY MINISTRY. Layanan bakti sosial ke daerah miskin, bencana, panti-panti yang berkekurangan, jalanan, dll:
- Dikerjakan bersama dengan PA Haleluya ke Panti Werda Karitas dan Panti Asuhan Sinar Bagi Bangsa.
- Bersifat temporal/occacianaly.
SHADOW OF THE CROSS, MINISTRY TO THE SUBCULTURES, missi penginjilan bagi kaum subkultur; punk, goth, emo, skaters, bikers, dll:
- Pelayanan melalui blog http://shaddowcross.blogspot.com
Cyber Ministry, pelayanan penjangkauan melalui website persahabatan dan blog.
Xtreme/sport Ministry. (mengadakan kejuaraan futsal, sepakbola, basket, volley ball, skateboard, sepeda gunung etc antar sekolah).(masih berupa wacana)
Band Ministry (menjadi EO untuk grup-grup Kristen atau anak-anak Tuhan yang menjangkau melalui media musik).(masih berupa wacana)
Pastoral & Love Visitation, mengunjungi dan membantu Panti Werda, Panti Asuhan (yang kecil dan pelu pertolongan), tahanan dalam sel polsek atau penjara, gelandangan,dstnya. Bersifat tetap. (masih berupa wacana)
Underground Church, komunitas bagi subkultur. (masih berupa wacana)
Regina Box, membagikan mainan bagi anak-anak tak mampu di hari besar atau tertentu..(masih berupa wacana)
WE CARE (masih berupa wacana);
- pengobatan gratis bagi kaum miskin,
- penjualan/pembagian pakaian bekas layak pakai,
- penjualan/pembagian sembako murah,
- pembangunan rumah sederhana layak huni,
- menyediakan asrama bagi “orang jalanan” yang tidak memiliki tempat berteduh,
- menyediakan tempat bagi pelayanan baru yang tidak memiliki sekretariat,
- mensupport pelayan Tuhan yang tidak memiliki donatur,
- Safe house khusus untuk anak-anak jalanan yang diusir/kabur dari rumah & yatim piatu, sebuah panti yang bernilai “keluarga” & bukan dengan sistem panti kebanyakan.
- Safe house bagi wanita yang hamil di luar pernikahan.
3. PEMURIDAN DAN PELATIHAN
EAGLES NEST DISCIPLESHIP & BIBLE SCHOOL, PEMURIDAN DAN PEMBAPAAN
EAGLES NEST ONLINE BIBLE SCHOOL, memperlengkapi umat Tuhan secara gratis dan mengharapkan para peserta kelak akan menghidupi dan memperlengkapi umat Tuhan lainnya (bila perlu membuat Bible School juga):
- Melalui blog http://enonlinebibleschool.blogspot.com dan http://standfirm.blogspot.com
Dare 2 Change CAMP, Youth Camp. (masih berupa wacana)
One on One Discipleship:
- Sudah berjalan khususnya untuk kota Bandung, Jakarta dan Surabaya.
4. PENANAMAN GEREJA & PASTORAL
SIMPLE CHURCH; PENANAMAN GEREJA & PASTORAL DALAM KELOMPOK KECIL DIMANA SAJA/TEMPAT YANG MEMUNGKINKAN SECARA NATURAL/ORGANIK:
- http://gerejaperjanjianbaru.blogspot.com
SIMPLE CHURCH NETWORK; PELAYANAN JARINGAN ANTAR KOMUNITAS KECIL, BERJEJARING & MEMBANGUN TUBUH KRISTUS BERSAMA:
- mailing list http://groups.yahoo.com/group/simplechurch
GEREJA SEBAGAI ORGANISME BUKAN “BADAN BUATAN MANUSIA”
GEREJA SEBAGAI KELUARGA TUHAN BUKAN ANGGOTA SEBUAH PERKUMPULAN
BEKERJA BERSAMA MEMBAWA DAMPAK POSITIF BAGI KOTA
MEMPERLUAS KERAJAAN TUHAN BERSAMA
Menyediakan legalitas bagi simple church yang berada di luar organisasi. (Bekerjasama dengan Gereja Oikos Indonesia jemaat Surabaya dan United Christian Faith Ministries)
Apostolic Network;
1. An apostolic and prophetic movement of five fold ministry, simple church, “church” organization and ministries;
Eagles Nest Ministries – Bandung, Indonesia berjejaring dengan:
o Gereja Oikos Indonesia – Surabaya, Indonesia
o PA Haleluya – Bandung, Indonesia
o Youth Karmel – Bandung, Indonesia
o Benaya’s Community – Bandung, Indonesia
o Onggo’s house church – Surabaya, Indonesia
o Toga Aritonang Community – Surabaya, Indonesia
o Pondok Komunitas Film – Surabaya, Indonesia
o Komunitas gereja rumah – Kediri, Indonesia
o GpdI Moria – Banyuwangi, Indonesia
o Open Doors – Jakarta, Indonesia
o Voice of Martyr – Surabaya, Indonesia
o PD Missi Timotius – Malang, Indonesia
o Manna Media Publishing – Surabaya, Indonesia
o Zoe Ministries – Penang, Malaysia
o Outreach Fellowship International – Kona, USA
o LK10 – Denver, USA
o Shadow of the Cross – Whicita, USA
o United Christian Faith Ministries – Osage City, USA
o Global Prayer Network, Johan Maasbach Wereld Zending – Den Haag, Nederland
o Simple Church Network – Singapore
o US Prayer Centre – Houston, USA
o Appleseed Ministry – Sudbury, USA
o The School of Christ – Canandaigua, USA
o Visionary Advancement Strategies – Renton, USA
o Church Without Any Walls International – Tulsa, USA
o Undrai Fizer Ministries – League City, USA
o Vineyard Christian Fellowship of Evanston (Cutting Edge Publications) – Evanston, USA
o Releasing Kings – Yakima, USA
2. “Para murid” merintis gereja dari berbagai denominasi maupun non denominasi/simple church atau organisasi pelayanan atau meniti karier di dunia sekuler/ pelayanan di market place namun “saling” membantu dan membawa dampak bagi kota/desanya. Menjadi teladan bagi orang percaya yang lain meski berbeda organisasi tetapi dapat saling membantu sebagai satu tubuh dan Kristus sebagai Kepala GerejaNYA.
Church Planter Fellowship; persekutuan untuk saling bersahabat, menguatkan, membantu dan bertukar informasi di antara para penanam gereja.(masih wacana)
Pastoral visit bagi jiwa-jiwa baru dan anak-anak rohani di berbagai tempat dan kota.(Kendala keuangan bagi transportasi dan akomodasi saat bepergian ke luar kota, kini tengah merekam khotbah maupun pengajaran dengan media MP3 dan MP4/avi), http://renungandave.blogspot.com, http://davebroos.blogspot.com dan http://jalankehidupan.blogspot.com
Simple Church gathering. (Rencana gathering tahun ini di Surabaya, masih dalam pergumulan masalah dana)
Website Simple Church (Sedang dalam penggodokan)
5. COMMUNITY STUDIES & DEVELOPMENT CENTRE
1. Market place ministry (http://dave-broos.blogspot.com):
- memperlengkapi para usahawan untuk menjadi terang dan garam di tempat mereka bekerja dan usaha.
- Membangun network antar pengusaha Kristen agar dapat saling membantu dan membangun usaha agar melalui keuangan yang ada Kerajaan Tuhan dapat berkembang semakin luas.
- Mentoring bagi pengusaha pemula
- Memberikan modal usaha bagi pengusaha pemula
- Bergabungnya anak-anak Tuhan dari “marketplace” yang punya hati bagi jiwa terhilang, beban membangun bangsa & pengentasan kemiskinan.
2. Membangun unit usaha untuk menunjang pelayanan; beberapa ide melalui:
- distro atau fashion yang dibuat oleh anak-anak Tuhan mengingat setiap desainer memiliki ide yang positif dari Tuhan. (Sudah ada desain namun belum ada modal untuk memulai usaha/produksi ini)
- Cafe dan gift shop/distro, dengan akses free wifi + memberikan layanan internet kerjasama dengan jogjabolic.com untuk wilayah RT/RW. Jual pulsa elektronik. (multifungsi sebagai cafe church)
- Toko perlengkapan alat musik(kursus musik)/skateboard/tattoo studio/asesoris & clothing bikers.
- Membuka tour and travel. (http://reginatours.blogspot.com)
- Tempat penitipan anak atau child care.
- Toko Handphone.
- Event organizer
- Kursus bahasa asing dan komputer
- Gym, pusat kebugaran
- Bengkel sepeda motor/mobil.
- Toko Buku (mobile & e-Bookstore) (Sudah jalan) (http://davebookshop.multiply.com)
- Internet marketing (Still in progress)
3. Perpustakaan, untuk menambah wawasan dan ilmu.(buku sudah ada, kendala tempat saja)
4. Motivational classes, kelas motivasi dimana tiap anak Tuhan dapat berbagi ilmu dan kiat dalam berusaha bagi “semua orang” yang mau sukses. (Sekaligus sebagai tempat kita menjadi saksi bagi yang belum percaya)
5. Koperasi simpan pinjam, bagi mereka yang mau usaha.
6. Pengelolaan sampah/daur ulang sampah, untuk membuka lahan pekerjaan atau pemasukan, mencintai kota kita yang mengalami masalah dengan pengelolaan limbah.
7. Upaya dan pemikiran untuk melestarikan lingkungan (daerah resapan) agar kota Bandung tidak terkena dampak banjir akibat kelalaian dan keserakahan manusia.
8. Pergerakan Go Green, dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, mulai menggunakan sepeda atau transportasi umum; penanaman hutan yang gundul, mendorong masyarakat untuk menanami halaman dengan tumbuhan, biopori, membersihkan sungai dari sampah.
9. Mulai menyuarakan dan turut membuat (penggunaan) pupuk organic dan briket dari sampah.
10. Mengajarkan pola hidup sehat, pola makan dan memasyarakatkan olahraga.
11. Peduli pendidikan melalui program street schooling (home schooling) bagi anak-anak jalanan yang tidak memiliki pendidikan.
12. Pengadopsian satu anak oleh satu keluarga sebagai orangtua asuh dan rohani.( lihat WE CARE)
13. Sanggar kreativitas bagi anak (Child development).
(Masih mendoakan rekan-rekan yang memiliki beban untuk menjadi transformer [garam dan terang dunia] bagi kotanya)
6. PROPHETIC MINISTRY
1. The Guardian Angels, Pelayanan profetik praktis:
• Stand True, masuk ke tempat pendidikan menyuarakan:
- gerakan pro-life,
- keep virginity,
- anti free sex,
- anti pornography,
- anti drugs
- anti drunkeness
- anti tobbaco.
• Stand Firm;
- menjaga agar tidak terjadi tawuran antar sekolah antar pelajar ( stop abuse),
- saling menguatkan sesama anak muda (lihat helping hand counseling service) agar tidak ada anak muda yang bunuh diri (stop suicide),
- menghentikan penjualan bayi, anak dan remaja (stop trafficking).
( Belum ada men power yang mau berjuang bersama masuk ke tempat pendidikan dan memobilisasi pergerakan dalam masyarakat)
http://9u4rd14n-4n93ls.blogspot.com
2. SCHOOL OF PROPHETS (http://zoeministries.blogspot.com) ; memperlengkapi, mempertajam dan membangkit generasi yang profetik dan mengerti standar & harapan Tuhan bagi bangsa dan generasinya:
- Bekerjasama dengan Zoe Ministries Malaysia dan Agabus Prophetic Company Teams Canada.
- Kendala sekali lagi tempat.
7. THE BODY BUILDING MINISTRY
- Membantu dan mendukung pelayanan lain yang memiliki visi dan missi yang sejalan sebagai satu tubuh (Novie, sebagai ketua PA Haleluya, Dave sebagai volunteer Open Doors, Associate minister LK10 dan Outreach Fellowship International, Director Regional dari Shadow of The Cross, Pendoa syafaat Global Prayer Network-Johan Maasbach Wereld Zending, Anggota & Ordained Minister dari United Christian Faith Ministries, Penulis Lepas Renungan Wanita, Tabloid Keluarga, Tabloid Gloria, dan beberapa website & mailing list.
- Menulis buku-buku dan mengisi baik di dunia maya maupun media cetak.
- Berkhotbah dan mengajar di gereja, PD, Sekolah Alkitab, melalui rekaman MP3 dan youtube untuk dunia maya.
- Berjejaring dengan gereja atau organisasi lainnya.
- Memperlengkapi tubuh Kristus melalui tulisan yang dimuat pada beberapa blog.
Harapan kami adalah dukungan doa dari rekan-rekan seiman dalam pergerakan kami bersama dengan Tuhan. Kami menyadari tanpa dukungan doa anda, kami tidak dapat teguh berdiri sendiri menghadapi badai dan serangan musuh.
Kami membutuhkan rekan-rekan yang mau sama-sama berdiri menjadi “transformer”(agen perubahan) dalam rencana Tuhan.
Hidup hanya sekali dan lalu kita semua akan berdiri di hadapan Tuhan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita hidupi kini. Siapkah kita memberikan laporan pada Bapa?
Kini belum terlambat, ayo, kita bekerja bersama membangun gereja Yesus Tuhan dan memperlebar KerajaanNYA. Jangan tunggu atau tunda lagi, mari kita berikan apa yang kita miliki (meskipun itu tidak signifikan) ke dalam tangan Tuhan. Di dalam Dia apa yang nampaknya tidak signifikan dapat Ia ubahkan menjadi berkat dan dampak yang besar.
Visi kami adalah “MEMBERITAKAN KABAR BAIK, MEMURIDKAN & MENGUTUS SETIAP ANAK TUHAN UNTUK “MENJADI” GEREJA DIMANA PUN MEREKA BERADA”.
Selasa, 02 Juni 2009
Selasa, 26 Mei 2009
Thomas Chalmers
"Every man is a missionary, now and forever, for good or for evil, whether he intends or designs it or not. He may be a blot radiating his dark influence outward to the very circumference of society, or he may be a blessing spreading benediction over the length and breadth of the world. But a blank he cannot be: there are no moral blanks; there are no neutral characters."
~Thomas Chalmers (1780-1847)~
~Thomas Chalmers (1780-1847)~
Senin, 04 Mei 2009
PELAYANAN DALAM KEBERSAMAAN
PELAYANAN DALAM KEBERSAMAAN
Puji Tuhan, bilamana pada tanggal 24 April 2009 lalu, PA Haleluya yang dipimpin Novie Broos & dimentor oleh Dave Broos (Eagles Nest Ministries) diberkati oleh pelayanan dari tim Open Doors Jakarta. Ada pun tim Open Doors yang datang ke Bandung melayani selama 4 hari di kota Bandung. Sebagai seorang volunteer dari Open Doors (Dave), sebaiknya saya membagikan sedikit banyak mengenai pelayanan ini. Pelayanan Open Doors yang didirikan oleh Brother Andrew dari Negeri Belanda sejak tahun 1955, beliau dikenal sebagai “penyelundup Allah”. Beliau menyelundupkan Alkitab ke negara-negara yang tertutup terhadap kekristenan. Sedang visi & misi pelayanan ini adalah:
Untuk menguatkan dan memperlengkapi Tubuh Kristus yang hidup di bawah atau menghadapi tekanan dan penganiayaan karena iman mereka pada Yesus Kristus, serta mendukung mereka untuk melakukan penginjilan dunia melalui:
Pengadaan Alkitab dan literatur serta traktat rohani, pelatihan kepemimpinan, bantuan kemanusiaan serta melalui doa-doa syafaat.
Mempersiapkan Tubuh Kristus yang hidup dalam tekanan atau di tempat-tempat yang telah menghadapi penganiayaan dan penderitaan.
Mensharingkan dan memobilisasi Tubuh Kristus di negara-negara bebas untuk memiliki kepedulian dan ambil bagian dalam upaya membantu gereja yang teraniaya.
Kami melakukan pelayanan ini karena percaya jika satu anggota menderita semua turut menderita (1 Kor 12:26). Pintu-pintu terbuka dan Tuhan memapukan gerejaNya untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil. (www.opendoors.org)
Mereka pun membagikan Firman Tuhan dan film mengenai umat Tuhan yang teraniaya dengan thema Pengampunan saat melayani di PA Haleluya. Sangat mengena bagi pergumulan yang terjadi di tengah para ibu yang kami layani. Hal pengampunan nampak sederhana, mudah dibincangkan namun dibutuhkan ketaatan untuk mengampuni orang yang telah menyakiti kita melalui suatu proses yang mungkin tidak datang seketika itu juga.
Tim ini pun melayani di beberapa gereja dan persekutuan lainnya di kota Bandung, salah satunya di kaum muda GPdI Hossana. Dimana kami pun mementor beberapa orang muda dan pelayan Tuhan di tempat tersebut. Kembali lagi kami melihat lawatan Allah di tengah umatNya untuk sekali lagi menghargai Alkitab dan sungguh-sungguh dalam mengiring Dia.
Begitu banyak orang yang kurang perduli dengan keberadaan gereja teraniaya pada masa kini. Banyak pula yang tak perduli pada Alkitabnya, jangankan melakukan isi Alkitab. Ironisnya untuk membaca Alkitab saja begitu banyak yang malas. Banyak orang hanya memperhatikan diri sendiri, kasih pada Kristus yang nyata tak nampak.
Dukung doa juga rencana pelayanan bersama Ravi Philemon, salah seorang penggerak House Church Network di Singapura bulan Mei atau Juni ini.
Sabtu, 04 April 2009
Eagels Nest Ministries April 2009

Shalom,
Bagi rekan-rekan tubuh Kristus yang mengikuti pelajaran-pelajaran dari Eagles Nest Online Bible School. Kami sangat gembira bahwa kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Tuhan. Kami berdoa agar setiap orang yang mempelajari pelajaran ini bukan saja mendapatkan pengetahuan akan kebenaran Namun lebih lagi dengan mengaplikasikan kebenaran Firman Tuhan itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Ingat dapat menjadi terang dan garam di dunia yang gelap ini oleh dosa.
Puji Tuhan. Kami telah mendapatkan undangan ke beberapa propinsi baik di Pulau Jawa maupun pulau lainnya seperti Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan untuk memperlengkapi tubuh Kristus di sana namun terkendala oleh dana yang belum memadai. Ada pun pihak yang mengundang merupakan gereja-gereja yang secara finansial masih dalam pergumulan atau gereja yang jemaatnya merupakan kalangan bawah.
Pada pertengahan tahun ini kami akan juga mengadakan School of Prayer dan School of Intercessor, kami mengharapkan dukungan doa, saran dan bila anda tergerak dapat juga menyalurkan dana.
Kami sangat membutuhkan dukungan doa. Sebab kami tahu ketika kami hendak taat pada Tuhan, ada musuh yang akan coba menghadang dan menggagalkan rancangan Tuhan. Serangan itu dapat ditujukan pada kami atau anggota tubuh Kristus yang hidup dalam “kenyamanan” dan tidak merasa perlu untuk terus bertumbuh dan mengenal Tuhan lebih lagi.
Kami butuh saran-saran anda, sebab kami tahu kami tidak hidup sendiri di muka bumi ini dan diperlukannya sesama anggota tubuh Kristus untuk bergerak bersama-sama.
Kami juga membutuhkan dukungan dana sebab tidak semua anggota tubuh Kristus sanggup untuk membiayai atau mendanai transportasi kami menuju daerah gereja/komunitas mereka. Kami sendiri tidak memiliki donatur tetap yang mendukung secara finansial. Bila anda digerakkan Tuhan, anda dapat menyalurkan donasi tersebut ke rek BCA II no 0081824788, Asia Afrika 127-129, swift code CENAIDJA atas nama Dave Broos atau Bank Panin KCP Ahmad Yani, no rek 2062011808 atas nama Novie Elisabeth qq Philip Broos.
Kami menyadari kami tidak dapat bekerja sendiri, kami juga membutuhkan dukungan dari anggota tubuh Kristus yang lain hingga kami dapat memperlebar Kerajaan Tuhan bersama-sama dengan anda sekalian. Tuhan Yesus memberkati.
Pr. Dave Broos
Selasa, 31 Maret 2009
Our News

Shalom Tubuh Kristus,
Pertama-tama, saya mengucap syukur atas kesehatan yang telah Tuhan berikan kembali pada saya. Sempat terbaring selama kurang lebih seminggu akibat “percernaan yang sedikit terganggu”. Hingga sempat membuat istri saya cemas, sebab selama dua hari saya mengalami demam tinggi. Puji Tuhan, bukan demam berdarah atau sakit yang lainnya. Saya hanya keletihan dan harus memperbaiki pola makan yang sering terlambat beberapa hari belakangan ini. Terimakasih banyak atas perhatian yang telah diberikan oleh saudara-saudara, yang memberikan perhatian dan doa bagi kami sekeluarga.
Kedua, kami sekeluarga mengucap syukur juga sebab ternyata istri saya, Novie, kini tengah hamil kembali. Terimakasih atas perhatian dan juga keantusiasan ibu-ibu di PA Haleluya dan teman-teman lainnya sesama orangtua murid di Lembaga Pendidikan Baptis.
Ketiga, pagi ini (28 Maret 2009), saat kami berdoa dan share bersama, tercetus untuk mewujudkan sebuah “ide lama” yaitu Eagles Nest Fellowship (Persekutuan Sarang Rajawali). Tolong dukung doa dalam hal ini, sebab kami tidak mau menjadi “another fellowship”/ persekutuan lainnya. Kami tidak ingin “persekutuan” yang hanya sekedar kumpul dan doa bersama, namun rindu melihat pemulihan dan perubahan dalam tiap anggota tubuh Kristus. Kami belum tahu akan memulai dimana sebab belum memiliki tempat yang memadai. Namun kami percaya bila ini sudah “kairos”(waktu Tuhan) maka Ia yang akan menggenapi rencanaNya.
Keempat, dukung doa untuk rencana pelayanan ke Surabaya bersama Pr Christopher K melayani di komunitas Onggo dan pematangan rencana camp Father Heart’s & Sonship di bulan Mei (15-17 Mei 2009), bulan April mendatang sekalian menengok anak-anak rohani kami di sana. Dukung doa untuk Novie, Philip dan si jabang bayi yang akan saya tinggalkan sementara di kota Bandung.
Kelima, maaf untuk teman-teman yang cemas tidak mendapatkan kabar berita selama seminggu lebih dari saya. Maklum dalam berinternet-ria, kini kami masih menggunakan jasa “warnet” jadi ketika badan sedikit rewel maka saya pun sulit meng-update berita terakhir kami. Namun terimakasih bagi mereka yang sudah menelpon dan SMS menanyakan keberadaan kami, it’s really encouraging. Kami tahu bahwa kami tidak sendirian namun ada saudara-saudara seiman yang berdiri bersama kami.
Kami mengucapsyukur atas apa yang telah, sedang dan akan terjadi dalam hidup kami, sebab semuanya seizin Tuhan untuk penggenapan rencanaNya yang sempurna. Aleluya!
Senin, 16 Maret 2009
MENGAPA YESUS MARAH DI BAIT ALLAH
MENGAPA YESUS MARAH DI BAIT ALLAH?
Satu kejadian dalam Alkitab yang terang-terangan menggambarkan Ia marah. Apakah penyebabnya? :
1.Ketika “gereja Tuhan” jadi ajang “bisnis rohani” (Mat 21:12, Yoh 2:15-16)
2.Ketika “gereja Tuhan” tidak berdoa atau telah kehilangan keintiman dengan Tuhan, kehilangan hubungan atau koneksi dengan Tuhan, hingga tak tahu apa yang Tuhan kehendaki dan melakukan apa yang “mereka” mau (Mat 21:13)
3.Ketika “gereja Tuhan” penuh kedengkian dan memandang muka (Mat 21:15, Mrk 11:18, Luk 19:47-48)
4.Ketika “gereja Tuhan” menghalangi orang belum percaya datang padaNya atau tidak menjadi terang dan garam dunia malah kompromi dengan dunia (Mrk 11:16-17)
5.Ketika “gereja Tuhan” kehilangan cinta yang mula-mula pada Tuhan (Yoh 2:17). Kasihi Tuhan dengan segenap hati!
6.Ketika “gereja Tuhan” kehilangan kuasa kebangkitanNya atau tidak hidup sebagai anak-anak Bapa. We are aliens on earth. (Yoh 2:18-21)
Satu kejadian dalam Alkitab yang terang-terangan menggambarkan Ia marah. Apakah penyebabnya? :
1.Ketika “gereja Tuhan” jadi ajang “bisnis rohani” (Mat 21:12, Yoh 2:15-16)
2.Ketika “gereja Tuhan” tidak berdoa atau telah kehilangan keintiman dengan Tuhan, kehilangan hubungan atau koneksi dengan Tuhan, hingga tak tahu apa yang Tuhan kehendaki dan melakukan apa yang “mereka” mau (Mat 21:13)
3.Ketika “gereja Tuhan” penuh kedengkian dan memandang muka (Mat 21:15, Mrk 11:18, Luk 19:47-48)
4.Ketika “gereja Tuhan” menghalangi orang belum percaya datang padaNya atau tidak menjadi terang dan garam dunia malah kompromi dengan dunia (Mrk 11:16-17)
5.Ketika “gereja Tuhan” kehilangan cinta yang mula-mula pada Tuhan (Yoh 2:17). Kasihi Tuhan dengan segenap hati!
6.Ketika “gereja Tuhan” kehilangan kuasa kebangkitanNya atau tidak hidup sebagai anak-anak Bapa. We are aliens on earth. (Yoh 2:18-21)
Jumat, 27 Februari 2009
EAGLES NEST MINISTRIES 2009
EAGLES NEST MINISTRIES 2009
Memasuki tahun ke dua kami di Bandung merupakan sukacita kami bisa ada di kota ini. Banyak perkara dan hal yang diizinkan Tuhan untuk kami kerjakan disini melalui caraNYA. Acap kali kami hendak melakukan sebuah pekerjaan dengan kemampuan atau pengalaman kami di masa lalu. Tuhan menegur kami dan membimbing kami, untuk sungguh-sungguh melakukan apa yang Bapa sedang kerjakan, menyatakan apa yang Bapa nyatakan.
Dua tahun terakhir ini dengan dana terbatas yang ada kami mengontrak dua buah kamar tempat kost untuk menjadi tempat tinggal sekaligus “kantor” pelayanan kami. Satu kamar sebagai kamar tidur dan sebuah lagi sebagai ruang kerja sekaligus ruang tamu (kadang kami alih fungsikan bagi tamu dari luar kota maupun luar negeri yang mau menginap di istana kami).
Dalam keterbatasan sekalipun kami melihat penyertaan Tuhan, dikala keuangan menjadi kendala pelayanan. Tuhan selalu memiliki dan membuka jalan bagi anak-anakNya yang mencari Dia dalam ketulusan. Kala orang lain tengah frustasi dan mengeluh kekurangan dana untuk mengembangkan pelayanan, kami yang sama sekali tidak memiliki fasilitas memulai pelayanan sebagai penulis lepas dari beberapa media Kristen yang ada secara “cuma-cuma”. Kami hanya menabur saja benih Firman Tuhan tanpa pamrih. Ketika kami coba membina hubungan dengan beberapa anggota tubuh Kristus untuk berjejaring dan bekerjasama kami seolah membentur tembok penolakan. No hard feelings, kami menyadari terkadang “kehidupan pelayanan atau gereja” dewasa ini “kurang sehat”. Gereja atau pelayanan menjadi seolah “perusahaan rohani” hingga menggunakan sistem franchise, sistem merger atau bahkan diambil alih oleh “organisasi gereja yang lebih besar”. Ketika di suatu daerah sudah ada “gereja A”, biasanya ada saja “gereja lain” masuk ke wilayah tersebut. Seandainya masuk ke wilayah yang sama dan menjangkau jiwa-jiwa belum percaya atau belum bergereja nampaknya bukanlah suatu cela. Namun bila masuk ke sana dan lalu menyedot jemaat dari “gereja A” maka ini merupakan cela dalam pelayanan gereja. Kita seharusnya saling membangun dan menolong bukan menjatuhkan seperti itu. Kita melayani Tuhan demi kepentingan KerajaanNya...demi kepentingan GerejaNya...bukan kerajaan dan gereja kita.
Hingga saat kita dengan tulus ingin membangun jaringan pelayanan dalam satu kesatuan sebagai tubuh Kristus, kita dipandang sebagai kompetitor baru. Harap dicatat maksud dan tujuan kami disini bukanlah hendak mempersatukan semua gereja dan pelayanan dalam “satu atap organisasi”. Kami rindu semua organisasi gereja dan pelayanan dapat berjejaring untuk tujuan ilahi, karena kita satu tubuh dan Tuhan Yesus sajalah Kepala kita.
Saya dapat berkata begitu sebab dulu saya pernah ada dalam pola pikir yang sama. Saat saya menggembalakan jemaat di Surabaya, yang ada dalam benak saya adalah bagaimana “gereja saya” bisa berkembang dan memiliki pengikut yang makin bertumbuh & banyak jumlahnya. Jangan sampai jemaat saya pindah gereja lain sebab itu dapat merugikan income kami. Kebanggaan saya sebagai “pendeta” kala itu adalah seberapa besar jumlah jemaat saya, berapa besar gedung gereja saya, berapa cabang gereja saya, berapa banyak kelompok kecil saya yang bertumbuh dan bertambah , berapa pemimpin baru yang saya hasilkan, berapa petobat baru yang kami hasilkan, dstnya..dstnya. Pusatnya adalah saya, gereja saya.
Di kala gereja kami kala itu mencapai titik jenuh dan mulai tidak bertumbuh atau bertambah, dan “gereja-gereja lain” mulai buka cabang di sekitar kami. Maka saya pun berdoa untuk “kebangunan/kebangkitan rohani”, motivasi saya sebenarnya adalah agar “gereja saya” bertambah jumlah anggotanya dan “saya” menjadi tokoh kebangunan rohani itu. Semua saya lakukan karena merasa pelayanan gereja sudah mulai “macet” dan sekarang ada kompetitor yang siap merebut “jemaat kami” masuk ke dalam “gereja mereka”.Jadi bukan sekedar ingin melihat orang percaya bertumbuh dalam Tuhan namun ingin “punya nama dan pelayanan besar”. Dulu saya katakan untuk “kemuliaan Tuhan”, namun sadar atau tidak, dalam hati yang terdalam harus diakui itu semua untuk “kebanggaan diri sendiri”. Keinginan diakui sebagai pendeta yang berhasil.
Hingga suatu hari saya tertempelak saat tengah berdoa bahwa seharusnya saya membangun “Gereja Tuhan”, bukan gereja saya. Yesus-lah Gembala yang baik dan agung, saya hanyalah hambaNya yang membantu menggembalakan umatNya semakin mengenal pribadiNya. Mengapa saya mendoakan agar terjadi “kebangunan/kebangkitan rohani”? Bila Yesus adalah pokok anggur dan kita carangnya, seharusnya kita senantiasa hidup di dalam Dia (Yohanes 15). Kalau gereja yang saya gembalakan “mati”, jangan-jangan karena itu “gereja saya” dan bukannya “Gereja Tuhan” yang seharusnya senantiasa melekat dengan Kristus Yesus.
Dalam keterbatasan dana yang ada, kami berdoa apa yang harus dan dapat kami kerjakan. Sebagaimana anak kecil yang membawa 5 roti jelai dan 2 ikan pada Tuhan Yesus untuk memberi makan 5000 orang (Yoh 6:1-15), begitu pula kami dengan jumlah uang yang mungkin bagi sementara orang tidak ada artinya, datang padaNya. Lalu Tuhan ingatkan bahwa Ia sanggup memberi makan 5000 orang dengan melipatgandakan apa yang kami miliki. Akhirnya Tuhan membimbing kami melayani melalui dunia maya. Kami sempat menggunakan koneksi “W” untuk akses internet di rumah namun kadang terkendala dengan sambungan internet yang lambat. Hingga akhirnya kami menggunakan jasa warnet untuk memperlebar Kerajaan Tuhan dan memuridkan bangsa-bangsa.
Saat kami pertama kali melakukan pelayanan dunia maya, kami ini ditertawakan dan dicibir, namun saat pelayanan kami mulai berkembang, “seperti biasa” mendadak semua melakukan hal yang sama.
Bagi kami melihat kejadian tersebut satu kata yang keluar dari mulut kami, Haleluya, akhirnya ada lebih banyak orang digerakkan Tuhan untuk melakukan penjangkauan, penginjilan, pengajaran, sekolah Alkitab, memperlengkapi umat Tuhan dan masih banyak hal lagi melalui dunia maya.
Kami bersyukur melalui salah satu website pertemanan Facebook, kami dapat terhubung kembali dengan banyak teman-teman lama (SMPK Bahureksa, SMAK Dago, STBA Yapari, INTEL, geng Moonraker,dll), rekan-rekan seperjuangan dalam pelayanan (Cornelius Wing, Jonathan Pattiasina, Samuel Saputra, Franky Sihombing, Melanie Pedro, Roger Thoman, Jammie Bakker, Shelley Lubben, Morria Nickels, Frank Viola, Neil Cole, Robert Ricchiardelli dll) , anak-anak rohaniku maupun teman-teman baru bahkan keluarga besarku. Luar biasa sekali!
Puji Tuhan, bahwa salah satu pelayanan kami, Eagles Nest Online Bible School yang sederhana dapat berkembang dalam hitungan bulan kini bukan hanya diikuti oleh saudara-saudara seiman di Indonesia namun juga Singapura. Ini merupakan hal yang luar biasa bagi kami. Sungguh Tuhan menguatkan kami, sebab kala kami memulai Sekolah Alkitab gratis ini, orang-orang pun terheran-heran. Mengapa kamu tidak menarik biaya para siswa/murid yang mau belajar? Alasan kami sebab Tuhan Yesus tidak pernah menagih uang sekolah dari para muridNya. Maka saya pun tidak akan menagih biaya apa-apa, kecuali para murid digerakkan oleh Tuhan dan ingin memberi dengan sukacita. Bagi kami yang terpenting adalah mereka yang menjadi siswa, mempelajari, menghidupi kebenaran dan memuridkan orang lain lagi. Sekolah ini bukan tentang mencari uang tetapi mencari Tuhan. Bila pun ada orang yang mengambil bahan ini secara cuma—cuma bagi kelompok kecilnya atau pemuridan di organisasi gerejanya atau untuk dipelajari sendiri,asalkan orang tersebut bertumbuh dan makin cinta Tuhan. Maka tugas kami sebagai pendidik dan pengajar berhasil. (Catatan: Ini merupakan “keyakinan” kami, jadi bila Sekolah Alkitab atau STT anda menarik biaya tidak ada tujuan kami sedikitpun “menyerang” lembaga anda. God bless you)
Kini kami tengah berdoa untuk sebuah tempat/rumah yang cukup besar untuk kami gunakan sebagai tempat untuk menjadi pusat studi dan pembelajaran yang kami beri nama PUSAT PEMBELAJARAN & PENGEMBANGAN KOMUNITAS (P3K) atau COMMUNITY STUDIES & DEVELOPMENT CENTER (CSDC). Kami telah memiliki sekitar 1000 judul buku rohani, puluhan buku sekuler dari berbagai latar belakang ilmu, beberapa ratus judul kaset/CD/VCD khotbah & pengajaran dimana kami hendak membuat perpustakaan bagi tubuh Kristus hingga kita semua dapat belajar untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Sebenarnya ini merupakan koleksi pribadi yang saya sangat sayangi namun apa artinya bila semua buku itu hanya disimpan di lemari, lebih baik dibuka bagi mereka yang mau belajar dan bertumbuh dalam Tuhan untuk menjadi dampak bagi sekitarnya.
Kami juga rindu untuk mengadakan lebih banyak pelatihan untuk memperlengkapi tubuh Kristus secara interdenominasi tanpa memandang asal muasal denominasinya. Kami rindu untuk memperlengkapi setiap orang kudus untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Dunia ini membutuhkan kita sebagai “garam dan terang di muka bumi ini”. Hati kami rindu melihat orang percaya tidak hanya “jago kandang”, nampak luar biasa di dalam gedung gereja namun saat di luar “melempem” (tidak ada dampaknya).
Selama hampir dua tahun ini, kami memperlengkapi “orang kudus” di tempat umum (cafe, rumah makan, warung lesehan, rumah orang yang kami layani, bahkan di pinggir jalan) atau di salah satu kamar yang kami sewa. Kami belum memiliki dana untuk menyewa tempat khusus atau membeli rumah, namun satu perkara yang indah adalah Tuhan ada di tengah kami. Kami tidak ingin dibatasi oleh fasilitas yang belum kami miliki dan membatasi Roh Kudus untuk bekerja di tengah kami.
Dari pelayanan The Body Building (Pelayanan jejaring kami). Puji Tuhan, pada bulan April dan Mei ini kami akan mengadakan camp Father Heart and Sonship bersama pelayanan Zoe Ministries Malaysia, yang dipimpin Pr Christopher K. Camp ini akan diadakan di dua kota yaitu Surabaya dan Bandung. Selebihnya kami akan melayani bersama beliau di Probolinggo dan Jember di beberapa organisasi gereja yang membuka diri. Apa yang orang pandang tidak mungkin, menjadi selalu mungkin bila Tuhan yang telah menetapkan.
Beberapa rekan lain, seperti Robert Fitts (Uncle Bob) dari Outreach Fellowship International dan Roger Thoman dari Appleseed Ministries juga merencanakan untuk datang ke Indonesia untuk melihat apa yang Tuhan kehendaki untuk mereka kerjakan atau bantu untuk Indonesia. Kami mungkin tidak punya apa-apa namun kami ini “milik” Tuhan yang memiliki segala sesuatu. Bersama kedua rekan senior saya di atas kami tengah berdoa agar gereja dapat berdampak dalam masyarakat bukan hanya sekedar secara rohani namun juga secara holistik. Meski mereka mengenal Kristus Yesus sebagai Tuhan mereka. Namun bila kita tidak menolong mereka untuk pulih secara kejiwaan dan secara finansial bangkit, maka kita akan melihat jiwa-jiwa ini hidup dalam kebiasaan lama mereka.
Beberapa tahun lalu, kami banyak memenangkan jiwa atas kasih karunia Roh Kudus dan sesekali memberikan bantuan sembako atau pengobatan gratis secara periodik. Petama-tama, kami puas melihat jiwa-jiwa diselamatkan dan kami dapat “melakukan perbuatan baik” dengan memberikan sumbangan dalam bentuk sembako maupun medis. Namun bila kami melihat dari dekat, tidak banyak perubahan yang signifikan secara holistik, kadang mereka berkompromi lagi dengan pola dunia atau cara hidup yang lama akibat kesulitan hidup. Mereka tidak hanya butuh hal rohani, mereka juga butuh pemenuhan kebutuhan kejiwaan maupun jasmani.
Mereka yang sempat kami layani adalah mantan pengedar narkoba, bandar judi, pelacur, anak geng/mafia, paranormal, kasus curanmor, anak jalanan, petani miskin, mantan napi dan yang sejenisnya.
Sebab kami kala itu sebagai gereja Tuhan, hanya tertarik pada “jumlah yang diselamatkan” lalu meninggalkan mereka. Persis seperti orangtua yang tidak bertanggungjawab, setelah melahirkan seorang anak ditinggalkan begitu saja, hanya sesekali ditengok itupun kalau tidak lupa. Saya sangat menyesali kebodohan saya kala itu sebagai seorang pemimpin dan “ayah rohani”.
Untuk kesekian kalinya Tuhan menegur kami, hingga paradigma pelayanan kami berubah dan kini kami mau melayani secara lengkap, sebuah pelayanan holistik yang menyentuh rohani, kejiwaan dan jasmani mereka. Kini kami melihat jiwa-jiwa ini sebagai pribadi yang unik. Kami tidak mau lagi melihat mereka sebagai sekedar jumlah bilangan atau proyek pelayanan.Bukan masalah berapa banyak jiwa, namun berapa orang yang dapat kami bimbing dan bawa terus bertumbuh dalam Tuhan hingga ia dapat menjadi terang dan garam bagi rekan-rekannya “di masa lalu”. Kini kami fokus di dalam memuridkan mereka yang telah mengenal Kristus Yesus secara holistik.
Bagi sementara orang, yang seperti biasa menjadi “pengamat rohani”, kami ini nekat katanya. Memang tipis nampaknya antara hidup nekat dan beriman pada Tuhan bagi sebagian orang. Dalam ketiadaan dana dan donatur sekalipun, kami tetap mau taat padaNya. Entah ada yang memback-up kami atau tidak, kami tidak ambil pusing. Kami melihat pelayanan ini sebagai bagian hidup kami dan bukan pekerjaan apalagi mesin untuk menghasilkan uang. Ini adalah visi dan misi keluarga kami. Ketika ada orang-orang yang mau berjuang bersama kami, puji Tuhan, sekalipun tidak ada, tidak masalah sebab Tuhan beserta kami, Ia adalah Immanuel. No hard feelings, Brothers and Sisters. Kita sama-sama membangun tubuh Kristus. Kita mau taat untuk mengerjakan bagian kita dalam arahan Dia. Kami sudah belajar makna hidup dalam kelimpahan maupun kekurangan, kami belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal. Kami belajar untuk melihat segala sesuatu dari perspektif Tuhan, melihat situasi seberat apa pun secara positif. Sebagai sebuah kesempatan dimana Tuhan ingin membentuk karakter kami makin segambar dengan Kristus.
Sebuah lembaga gereja dan pelayanan bernama United Christian Faith Ministries (UCFM) dari Amerika Serikat pun menahbiskan saya, Dave Broos, sebagai UCFM ordained minister mereka untuk wilayah regional 11 Asia pada tanggal 22 Februari 2009 lalu. Ini juga di luar dugaan bahwa pelayanan kami mendapat apresiasi dan pengakuan dari rekan-rekan di sana. Puji Tuhan, kini kami bisa berjejaring dengan rekan tubuh Kristus lebih luas lagi dan kami bersukacita atas hal tersebut. Maz 133.
Kini yayasan yang dahulu kami dirikan di Surabaya, Yayasan Pelayanan Cinta Kasih Bangsa (YPCKB), pada November 1998 rupanya dikembalikan kembali untuk dikelola oleh kami. Kami sempat mengundurkan diri dari yayasan tersebut pada tahun 2005 akibat terjadi apa yang saya sebut sebagai “politik dalam pelayanan”. Kini kami tengah berembuk dengan beberapa rekan sekerja di Surabaya dan anak-anak rohani kami di sana bagaimana solusi terbaiknya. Kerinduan kami yayasan ini dapat menjadi alat Tuhan kembali setelah sempat “mati suri” sepeninggal kami kala itu. Tolong dukung doa agar permasalahan pajak yang sempat terbengkalai beberapa tahun terakhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Dukung doa agar rekan saya, Onggo Susilo, yang saya percayakan untuk mengambil kemudi yayasan ini di Surabaya dapat secara optimal menjadi terang berkat di sana.
Pada bulan April ini pun , kami akan mengadakan pelayanan bersama badan missi Open Doors. Kami melayani bersama OD, sebab kerinduan hati kami sama untuk melihat Amanat Agung terjadi di muka bumi dan kita sebagai satu tubuh Kristus bekerja bersama-sama menanggung beban terutama bagi anggota tubuh/gereja yang teraniaya. Sebagai salah seorang volunteer OD di Bandung, kami sangat gembira dapat berjejaring dan bekerjasama memperluas Kerajaan Tuhan. Kami berdoa agar organisasi gereja di Bandung mau membuka diri dan perduli terhadap gereja Tuhan teraniaya di muka bumi ini.
Dukung doa juga untuk istri saya, Novie, yang saat ini tengah menjabat ketua PA Haleluya (Persekutuan para orangtua murid di Lembaga Pendidikan Baptis Bandung). Agar perubahan yang Tuhan kehendaki dan regenerasi dapat terjadi dalam persekutuan ini. Ada banyak tantangan dari muka lama yang tidak menyukai perubahan-perubahan. Ini sudah bagian sejarah kekristenan dimana mereka yang dulu merupakan bagian movement (kegerakan) kemudian membuat monument (monumen). Hingga saat Tuhan ingin membuat pergerakan lagi, ia tidak mau bergerak sebab sudah mapan. Ketika Tuhan memakai orang lain (apalagi yang lebih muda), tanpa sadar mereka menganiaya orang yang mau mentaati Tuhan tersebut. Mengapa? Orang yang merasa dirinya “pendiri” kadang terusik dikala ada seorang baru yang menarik perhatian “massa”nya. Persis seperti Orang Farisi terusik dengan pelayanan Tuhan Yesus. Kita sebagai anak-anakNya pasti akan mangalami hal seperti itu juga. (Yoh 15:20)
Simple Church Network, pun telah mengadakan pertemuan di rumah-rumah atau kadang juga di tempat umum. Suatu kumpulan murid yang belajar bersama-sama, berdiskusi, membicarakan permasalahan dalam kehidupan, saling menasehati, membantu dan berdoa. Ada banyak orang yang enggan ke gereja (karena berbagai alasan) maka kami membawa gereja ke tengah mereka. Kami coba belajar menghidupi pola gereja mula-mula yang ada dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 dan Matius 18:20. Kadang kami hanya melayani satu jiwa, kadang satu keluarga, kadang satu kelompok, kadang satu komunitas besar, intinya kami tidak perduli berapa banyak yang kami layani. Lebih baik melayani satu jiwa yang sungguh-sungguh haus dan lapar akan Tuhan (ingin menjadi murid Kristus) daripada satu gereja atau komunitas besar yang hanya suka khotbah “ice cream” dan berdoa “give me..give me, blessed me blessed me”.
THE EAGLES NEST MINISTRIES:
THE BROOS FAMILY
Langganan:
Postingan (Atom)